+62 294 388 160 | pusdalops.bpbdkab.kendal@gmail.com

BERITA

Pertaruhan Nyawa, Gaji Minim Petugas Damkar Ngeluh

Kamis, 30 Juli 2015 08:30:03

KLATEN- Setiap terjadi kebakaran, peran profesi satu ini sangatlah dibutuhkan. Ya, itulah pemadam kebakaran. Dengan semboyan "pantang pulang sebelum padam" mereka bertaruh nyawa untuk bisa menaklukkan amukan si jago merah.

Tapi siapa mengira, meski tugas yang dipikul cukuplah berat, namun gaji yang didapat tak sebanding dengan tugas yang dibebankan.

Hal itulah yang diutarakan Kepala Damkar Klaten Nur Khodik. Menurut Nur Khodik, sebenarnya personil Damkar masih sangat kurang.

Hanya ada sekitar 18 orang yang masih bersatus Tenaga Harian Lepas (THL) dan mendapatkan gaji di bawah UMR. Sedangkan 12 lainnya telah berstatus PNS.

Nur Khodik mengungkapkan saat ini personil Damkar masih sangat kurang. Idealnya masih perlu penambahan tenaga THL sekitar 10-15 orang lagi. Yang lebih utama lagi adalah penambahan honor atau gaji.

"Selama ini THL honornya sangat minim, jauh di bawah UMR, hanya sekitar RP800.000/bulan. Tidak sebanding dengan tugas beresiko tinggi," keluhnya disela acara penggabungan Damkar dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), di Klaten,Jawa Tengah, Kamis 8 Januari 2015.

Selain masalah honor Nur Khodik juga sangat berharap agar peralatan Damkar yang ada di Klaten bisa mencukupi atau sesuai standart. Saat ini Damkar Klaten hanya memiliki empat buah mobil.

"Hanya satu mobil saja yang kondisinya benar-benar bagus. Karena masih baru. Tiga lainnya sudah menurun kondisinya karena usianya kendaraan sudah lama," ungkapnya.

Selain masalah mobil, peralatan lain seperti selang, baju antiapi, juga masih sangat minim. Kendala lainnya adalah perlu penambahan posko Damkar di lima titik di seluruh Kabupaten Klaten yang lumayan luas.

Sehingga, ketika terjadi bencana kebakaran masingimasing posko di lima titik yang berbeda bisa meluncur dengan tepat ke lokasi kejadian.

"Saat ini hanya ada satu posko induk. Akibatnya jika ada kebakaran, Damkar sering terlambat tiba di lokasi karena jaraknya jauh," jelasnya.

Sementara itu Sri Winoto menyampaikan bahwa penggabungan Damkar di bawah kendali BPBD Klaten maka pihaknya akan berusaha untuk mengupayakan anggaran pengadaan peralatan bagi Damkar.

"Kita akan upayakan penambahan peralatan seperti baju tahan api, dan juga peralatan lainnya," terang Pak Win, panggilan Sri Winoto.

Selain peralatan Sri Winoto juga akan mengupayakan kenaikan gaji THL Damkar mendekati standart gaji UMK. Juga akan menambahkan uang intensif tambahan resiko pekerjaan dan juga beras tiap bulannya.

"Saat ini juga BPBD sedang mengajukan mobil Damkar yang ada crane atau tangganya. Sebab di Klaten sudah banyak berdiri gedung bertingkat, rusun, juga pasar bertingkat sampai tiga lantai," pungkasnya.