+62 294 388 160 | pusdalops.bpbdkab.kendal@gmail.com

BERITA

Gerakan Pengurangan Risiko Bencana Sekolah Laut Tahun 2017

Selasa, 16 Januari 2018 02:31:06

           

Kendal – Upaya pengurangan risiko bencana menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pengurangan risiko bencana salah satunya dengan program sekolah laut yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan pelaksanaannya oleh pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal sangat antusias menerima program sekolah laut. Tahapan demi tahapan pelaksanaan sekolah laut dimulai pada Kamis (12/10/2017) dengan agenda persiapan sekolah laut dilanjutkan dengan agenda sosialisasi sekolah laut yang dilaksanakan pada Senin (30/10/2017). Agenda kegiatan yang telah dilaksanakan dihadiri oleh perwakilan OPD, TNI, POLRI, Masyarakat dan unsur – unsur terkait.

Tahapan selanjutnya yang harus dilaksanakan adalah pembentukan relawan laut, yang dilaksanakan di Desa Kartika Jaya Kecamatan Patebon pada hari ini Kamis s/d Jumat pada tanggal 1 – 3 November 2017, peserta relawan laut berjumlah 30 orang dan warga Kartika Jaya. Diharapkan dengan terbentuknya relawan laut dapat menanggapi mencegah terjadinya bencana erosi didaerahnya.

Puncak dari serangkaian kegiatan sekolah laut diadakan pada Minggu tanggal (19/11/2017) dengan rangkaian acara yaitu apel 1.000 relawan dan penanaman 1.000 mangrove. Aksi penanaman mangrove oleh 1.000 relawan dilakukan di pesisir pantai utara, tepatnya di Pulau Tiban dan pantai Tanjung Elok di Desa Kartika Jaya Kecamatan Patebon.

Apel 1.000 relawan dipimpin oleh Dandim 0715/Kendal Letkol Czi Hendro Edi Busono di halaman SD 02 Bleder. Hadir dalam apel tersebut Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si, beserta unsur Forkopimda, perwakilan dari BNPB, Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah, Kepala OPD se– Kabupaten Kendal, anggota DPRD Komisi D, dunia usaha, masyarakat sekitar, dan relawan serta pelajar.

Penanaman mangrove di pulau tiban dan pantai tanjung elok di rasa tepat karena kedua tempat tersebut merupakan daerah abrasi yang mempunyai sumber daya alam yang menarik dan memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan. Sekolah laut memiliki tujuan membangun kesadaran masyarakat bahwa wilayah pesisir memiliki sarana belajar yang sangat beragam.